Sabtu, 11 Mei 2013

BPMPT Kubu Raya Terus Gandeng BUMN Dalam Permodalan UMKM

       
       Pemerintah Kabupaten Kubu Raya terus memperkuat kerjasama dengan pihak BUMN dan perbankan untuk memberikan permodalan kepada Usaha Mikro, Kecil dan Menengah, untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat. "Melalui Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu kita terus mempermudah masyarakat untuk mendapatkan izin usaha agar tercipta wirausaha baru yang di kabupaten tersebut. Jika banyak wirausaha baru, tentu itu akan berdampak pada menurunnya angka pengangguran dan dalam hal ini kita terus menggandeng BUMN dan perbankan untuk membantu permodalan masyarakat," ungkap Kepala Badan Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu (BPMPT) Kabupaten Kubu Raya Maria Agustina di Sungai Raya, Sabtu (11/5).

      Dia mengatakan, untuk mempercepat tumbuhnya wirausaha baru pihaknya juga membantu masyarakat yang akan berusaha untuk mendapatkan modal awal maupun tambahan modal. Dalam membantu permodalan tersebut, Pemkab Kubu Raya bekerjasama dengan Badan Usaha Milik Negara maupun perbankan yang memiliki program yang sama dengan pemkab Kubu Raya dalam membantu usaha mikro dan menengah mengembangkan usaha mereka. "Dalam hal ini, kita menjamin masyarakat agar mudah mendapatkan pinjaman dari bank dan BUMN yang sudah bekerjasama dengan kita. Jadi, jika ada masyarakat yang membutuhkan modal, bisa langsung mendatangi dinas Koperasi dan UMKM Kubu Raya dan mengurus perizinan usaha mereka di BPMPT," katanya.

      Sementara itu, Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan menjamin, dari proses pengurusan izin usaha, masyarakat dipastikan tidak akan direpotkan, karena BPMPT Kubu Raya sudah menetapkan pola pelayanan yang benar-benar terpadu, transparansi, akuntabel dan cepat. Dia yakin, jika masyarakat banyak yang menjadi wirausaha, maka proses perputaran ekonomi di Kubu Raya juga akan cepat.

     Selain berpengaruh besar pada peningkatan pendapatan dan ekonomi masyarakat, hal itu jelas akan sangat berpengaruh pada percepatan pembangunan di Kubu Raya. Ke depan, kita akan lebih meningkatkan pola pembinaan kepada masyarakat yang akan dan telah berwirausaha, agar mereka bisa meningkatkan usaha mereka dan lebih banyak menyerap tenaga kerja baru.

      "Saat ini, sudah banyak home industri yang cukup berkembang di Kubu Raya. Ini menunjukkan bawah menjadi wirausaha itu tidak sesulit yang dibayangkan masyarakat selama ini. Bila memiliki kemauan yang kuat, sistem perencanaan yang baik dan pengelolaan usaha yang mapan, tentu usaha yang digeluti masyarakat bisa berkembang," tuturnya. (Rino Kartono Mawardi/RRI Pontianak)

Jumat, 10 Mei 2013

Gerindra Dukung Pasangan Cabup Independen (Muda-Harjo)


          Partai Gerakan Indonesia Raya membuat sejarah baru dalam dunia politik dengan mengusung calon bupati dan wakil bupati Kubu Raya yang maju dari jalur Independen. "Meskipun kita partai politik, namun kita memiliki hak untuk mendukung satu pasangan calon yang akan maju dalam pilkada. Jadi meskipun pak Muda dan Harjo ini maju dari jalur Independen, tapi kita tetap akan memberikan dukungan penuh dalam Pilkada Kubu Raya yang akan dilaksanakan bulan September nanti," kata Ketua DPC Gerindra Kubu Raya, Ramli Hasan di Sungai Raya, Kamis (9/5).

    Dia menyatakan, Pilkada Kubu Raya menjadi suatu momentum politik yang tidak dapat dilewatkan oleh partai besutan Prabowo tersebut. Untuk itu, pihaknya akan memanfaatkan pilkada Kubu Raya sebagai ajang pemanasan mesin politik menjelang pelaksanaan pemilihan legislativ 2014 mendatang.

    Menurutnya, dengan adanya dukungan kepada Muda dan Harjo tersebut akan menjadi kesempatan bagi Gerindra untukmerebut dukungan dari masyarakat dalam pelaksanaan Pemilihan Legislativ. "Karena jumlah caleg yang akan maju di Kubu Raya berjumlah 45 orang, maka ini tentu menjadi suatu pintu masuk bagi mereka untuk memberikan dukungan kepada Pak Muda-Harjo serta meraih dukungan dari masyarakat Kubu Raya," tuturnya.

    Ramli juga menyatakan, ada kesamaan visi antara partai Gerindra dengan berbagai program yang telah dilakukan oleh Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan yang juga akan maju kembali dalam Pilkada mendatang. Kesamaan visi tersebut yang menjadi salah satu faktor utama kuatnya dukungan Gerindra untuk calon independen tersebut.

    "Ketua Dewan Pembina kami, bapak Prabowo adalah sosok yang sangat konsen di bidang pertanian. Nah, pak Muda ini kan juga sudah cukup berhasil memajukan pertanian di Kubu Raya, makanya ada kesamaan visi antara partai ini dan program dari pak Muda," katanya. Dia menyatakan, pihaknya sudah melakukan pertemuan langsung dengan Muda untuk membuat agenda deklarasi dukungan tersebut. Dengan demikian, dalam waktu dekat, Gerindra akan mendeklarasikan dukungan tersebut bersama kader dan pengurus partai lainnya.

    Sementara itu, Bupati Kubu Raya yang juga kembali mencalonkan diri dalam Pilgub Kubu Raya, Muda Mahendrawam, menyatakan menyambut baik dukungan yang diberikan oleh Gerindra terhadap dirinya. "Saya rasa ini merupakan suatu langkah yang sangat baik dan sebuah inovasi politik yang dilakukan oleh partai. Karena dengan adanya moment ini maka akan menghapus paradigma yang membuat adanya sekat politik antara parpol dan independen," kata Muda. (Rino Kartono Mawardi)

Muda Mahendrawan : Parpol Ciptakan Sejarah Baru Mendukung Independen

     Calon Bupati Kabupaten Kubu Raya, Muda Mahendrawan menyatakan dukungan yang diberikan oleh partai politik oleh dirinya yang maju dari jalur Independen akan menjadi sejarah baru dalam dunia politik Indonesia. "Saya sangat menyambut baik dengan adanya dukungan yang diberikan oleh partai politik kepada kami. Dalam hal ini, Partai Gerindra menyatakan akan memberikan dukungannya kepada saya dan pak Suharjo yang akan maju dalam Pilgub Kubu Raya nanti," kata Muda di Sungai Raya, Jum'at (10/5).
    
       Menurutnya, yang dilakukan oleh Gerindra merupakan suatu langkah yang sangat baik dan sebuah inovasi politik yang dilakukan oleh partai. Karena dengan adanya dukungan itu maka akan menghapus paradigma yang membuat sekat politik antara parpol dan independen. Dia menyatakan, dengan memberikan dukungan kepada calon Independen, bukan berarti partai politik akan kehilangan wibawanya.

     Justru sebaliknya, hal tersebut akan memperkuat dukungan masyarakat kepada suatu parpol, karena hal tersebut menunjukkan adanya sinergisitas antara parpol dengan calon yang berangkat dari jalur independen. "Kan sama, partai politik itu kan menyerap aspirasi dari masyarakat, sedangkan calon yang berangkar dari jalur independen juga merupakan dukungan langsung dari masyarakat. Jadi, jika antara parpol dan independen bisa berjalan bersama untuk memperjuangkan keingainan masyarakat, tentu ini akan menjadi suatu kolaborasi yang solid," tuturnya.
   
     Sementara itu, Partai Gerakan Indonesia Raya berniat untuk membuat sejarah baru dalam dunia politik dengan mengusung calon bupati dan wakil bupati Kubu Raya yang maju dari jalur Independen. "Meskipun kita partai politik, namun kita memiliki hak untuk mendukung satu pasangan calon yang akan maju dalam pilkada. Jadi meskipun pak Muda dan Harjo ini maju dari jalur Independen, tapi kita tetap akan memberikan dukungan penuh dalam Pilkada Kubu Raya yang akan dilaksanakan bulan September nanti," kata Ketua DPC Gerindra Kubu Raya, Ramli Hasan.
   
     Dia menyatakan, Pilkada Kubu Raya menjadi suatu momentum politik yang tidak dapat dilewatkan oleh partai besutan Prabowo tersebut. Untuk itu, pihaknya akan memanfaatkan pilkada Kubu Raya sebagai ajang pemanasan mesin politik menjelang pelaksanaan pemilihan legislativ 2014 mendatang. Menurutnya, dengan adanya dukungan kepada Muda dan Harjo tersebut akan menjadi kesempatan bagi Gerindra untukmerebut dukungan dari masyarakat dalam pelaksanaan Pemilihan Legislatif.


BAPPEDA Kubu Raya ; Pastikan RTRW Memihak Kepentingan Rakyat

     Penyusunan Rancangan Tata Ruang Wilayah (RTRW) biasanya melupakan kepentingan rakyat, seperti keberadaan hutan lindung dan hutan adat. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Kubu Raya memastikan jika RTRW yang telah diserahkan ke DPRD lebih mementingkan kebutuhan masyarakat.

       Kepala Bada(Bappeda) Kabupaten Kubu Raya, Ghandi Satyanegara mengatakan pembahasan RTRW sudah dijadwalkan. Akan tetapi, RTRW Kabupaten Kubu Raya sangat berkaitan dengan hasil penetapan RTRW Provinsi Kalimantan Barat yang sampai saat ini masih belum di Perdakan. “Secara tidak langsung, maka kita harus menunggu RTRW Provinsi,” katanya, Jum'at (10/5).

   Menurutnya, masih belum di Perdakannya RTRW pada dasarnya terkendala dengan pola ruang yang berkaitan dengan kawasan hutan yang menjadi bagian yang tidak terpisahkan ketika pembahasan dan penyusunan RTRW. “Untuk di Kubu Raya, kita pastikan kawasan-kawasan yang dirancang, disusun sesuai dengan peruntukannya, seperti kawasan, perumahan, perindustrian dan jasa perdagangan, perkantoran, dan kawasan hutang lindung dan hutan adat yang masih tetap dipertahankan,” terangnya.

   Sesuai dengan mekanisme dan metelogi yang digunakan untuk penyusunan RTRW, lanjut dia penentuan kawasan tentulah dirancang sesuai dengan kebutuhan. Seperti kawasan perumahan pemukiman, perindustrian dan jasa perdagangan, kawasan perkantoran, dan kawasan rawan bencana. Untuk kawasan perkantoran, sudah ditetapkan dikawasan ibu kota kabupaten, yakni Kecamatan Sungai Raya, tepatnya di Jalan Ahmad Yani Dua dan Adisucipto dengan harapan rentan kendalai pelayanan untuk mempermudah masyarakat dalam hal mendapatkan akses.

   Sementara itu, dia menambahkan untuk kawasan perdindustrian, jasa dan perdagangan ditetapkan di beberapa kecamatan, yakni Sungai Raya, Sungai Kakap, dan Sungai Ambawang. Penetapan kawasan ini, berdasarkan tata letak kebutuhan infrastruktur pendukung. Misalnya dilihat dengan dekatnya jalur transportasi dan ketersedian bahan baku dan sumber daya alam. “Untuk industri pengolahan lebih banyak kita tempatkan di Sungai Raya,” ucapnya.

    Untuk kawasan hutan lindung, dia menegaskan pihaknya masih mengacu pada Keputusan Menteri (Kepmen) Nomor 2009 tahun 2000 yang mana kawasan-kawasan yang tetap dipertahankan, adalah kawasan hutan bakau dan lahan lindung gambut kawasan penyerapan air. Dan untuk hutan adat, berdasarkan peraturan yang ada juga menjadi perhatian pihaknya. “Kawasan ini harus dipertahankan, karena seperti yang kita ketahui keberadaanya sangat penting dalam menjaga ekosistem kehidupan,” ungkapnya.

    Selama proses penyusunan RTRW, diakuinya pihaknya dihadapkan dengan kendala subtansi kehutanan. Yang mana kewenangannya ada di pemeriantah pusat, sehingga setelah dikaji oleh tim teknis dan tim pengkaji harus melakukan analisis terhadap usulan kawasan yang telah ditetapkan. “Kendala ini tergantung faktor eksternal, bagaimana pusat menyetujui kawasan kehutanan yang telah kita susun,” pungkasnya.
Penyusunan Rancangan tata ruang wilayah (RTRW) biasanya melupakan kepentingan rakyat, seperti keberadaan hutan lindung dan hutan adat. Bappeda Kabupaten Kubu Raya memastikan jika RTRW yang telah diserahkan ke DPRD lebih mementingkan kebutuhan masyarakat.

Bangun Karakter Lewat PORSENI


        Pemerintah Kabupaten Kubu Raya berupaya menggali potensi dan membangun karakter anak-anak sejak dini dengan mengadakan pekan Olah Raga dan Seni (PORSENI) PAUD FORMAL dan Non FORMAL sebagai upaya untuk membangun generasi berkarakter sejak dini. Disamping itu, kegiatan ini juga sekaligus sebagai sarana untuk membangun kerjasama dan membangun relasi antara PAUD yang ada di Kubu Raya. Pekan olahraga PAUD se-Kabupaten Kubu Raya tersebut dibuka langsung oleh Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan didampingi  Ketua tim Penggerak PKK Rosalina dan Kepala Dinas Pendidikan Kubu Raya Rosalina, di Sungai Raya, Jum'at (10/5).

       Ketua Penggerak PKK Kubu Raya Rosalina Muda mengatakan, Pelaksanaan Pekan Olah Raga PAUD se Kubu Raya tersebut merupakan pelaksanaan tahun ketiga saat ini. Menurutnya PKK ikut ambil bagian dalam melakukan pembinaan terhadap PAUD yang ada di Kubu Raya. Dikatakan Rosalina, kegiatan ini juga sebagai sarana untuk menjalin silaturahmi dan kerjasama serta relasi yang baik antara PAUD yang ada. Sejak dini sudah ditanamkan kebiasaan untuk bersosialisasi dan juga sekaligus menggali potensi anak-anak sejak dini.

       “Kegiatan ini kan salah satu cara untuk membangun karakter anak, karena disini mereka menggali prestasi, menggali potensi diri masing-masing, mereka mulai belajar bersaing secara sehat, juga sekaligus mengajari anak-anak untuk membangun relasi sosial yang baik antara sesama PAUD,” kata Rosalina di Sungai Raya Jum'at (10/5). Dikatakan Rosalina saat ini gairah pendidikan pada anak usia dini di Kubu Raya sangat berkembang pesat. Hampir disetia desa dan dusun ada. Ini adala bentuk dari kterlibatan masyarakat dan orang tua yang semaklin peduli terhadap pendidikan anak-anaknya dan juga karena dibukanya peluang  dan pembinaan oleh pemerintah.

       Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kubu Raya Frans Randus mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Kubu Raya sangat konsisten mendukung kegiatan kependidikan di Kubu Raya baik formal maupun non formal. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan besaran anggaran APBD Kubu Raya untuk dunia pendidikan sangat tinggi. Menurut Frans ini merupakan bukti keseriusan Kubu Raya untuk mengawal pendidikan di Kubu Raya bahkan sejak anak-anak itu lahir. Dengan kegiatan Pekan Olah Raga PAUD ini juga sekaligus membangun kerjasama yang baik antara orangtua dengan dunia pendidikan sehingga proses pendidikan terhadap anak dikawal sama-sama antara orang tua dengan pendidik.

      Frans juga sangat menyambut baik terhadap dukungan orang tua terhadap kegitan kependidikan yang ada di sekolah maupun lembaga-lembaga pendidikan. Menurutnya hal tersebut memberikan inspirasi terhadap dunia pendidikan di Kubu Raya dengan antusias orang tua mendukung dan mengawal kegiatan pendidikan baik formal maupun non formal, yang mana semua muaranya adalah membangun generasi Kubu Raya dengan pendidikan yang baik. “Kita sangat bersukur atas adanya dukungan dari Bupati terhadap kegiatan kependidikan di Kubu Raya baik formal maupun non formal. Kita juga sangat bangga dengan adanya dukungan yang baik dari para orang tua untuk mendasmpingi dan mengawal kegiatan pendidikan baik formal maupun non formal, dengan demikian kita harapkan kedepan akan lebih baik dan lebih cerdas anak-anak Kubu Raya dengan jaminan pendidikan dari pemerintah,” ujar Frans. (Rino Kartono Mawardi)

Jari Kalbar : Pendidikan Di Kabupaten Kubu Raya Masih Lemah

Lembaga Swadaya Masyarakat – LSM Jaringan Independen Masyarakat Transparan Indonesia - JARI Borneo Kalimantan Barat melakukan sosialisasi tentang informasi keterbukaan publik untuk pencapaian Milenium Development Gools. Berdasarkan hasil diskusi tersebut, ternyata banyak masyarakat yang tidak mengetahui bagaimana proses pengurusan jaminan persalinan nasional yang merupakan program kesehatan dari Kementrian Kesehatan.

    Kondisi ini mengakibatkan banyak masyarakat yang masih memiliki melakukan persalinan dengan bidan swasta atau dukun beranak", ungkap Plt Ketua Jari Borneo Kalbar, Gustiar kepada sejumlah wartawan, di Sungai Raya, Rabu (8/6). Menurutnya, berdasarkan hasil diskusi tersebut, masyarakat Desa Limbung mengharapkan dinas terkait bisa melakukan sosialisasi kepada masyarakat secara intensif, agar masyarakat bisa mendapatkan kemudahan dalam jampersal tersebut. Karena selama ini masyarakat tidak mengetahui bagaimana proses mendapatakan jampersal itu.

    Selain membicarakan masalah kesehatan, pihaknya juga membahas masalah pendidikan. Gustiar menambahkan, Jari Borneo membahas tentang bagaimana masyarakat bisa mendapatkan program pendidikan yang layak, khususnya program pendidikan wajib belajar sembilan tahun. Dan dari hasil diskusi tersebut pihaknya akan  mendapatkan informasi dari masyarakat sampai saat ini pendidikan di sana berlangsung hanya sebatas prosedur proses pembelajaran. Namun sekolah belum sampai menggandeng anak yang tidak mampu untuk sekolah.

    "Selain masalah Kesehatan, kita juga menilai masalah pendidikan di Kabupaten Kubu Raya ini, masih cukup lemah. Meski sejumlah terobosan sudah di lakukan oleh Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan untuk meningkatkan kualitas pendidikan, namun semua itu masih belum mampu memberikan pemerataan terhadap pendidikan. Tapi Kita memaklumi akan masalah ini, mengingat Kabupaten Kubu Raya ini merupakan Kabupaten termuda di Kalimantan Barat yang baru berdiri pada tahun 2007 lalu", jelasnya   

     Anggota KPU Kabupaten Kubu Raya ini menjelaskan, selama ini di Desa Limbung masih ada anak usia sekolah yang tidak bersekolah dan membantu orang tuanya berladang. Namun sudah seharusnya sekolah juga bisa memberikan pengertian kepada mayarakat untuk terus menyekolahkan anak-anak mereka. Karena hal ini sesuai dengan kewajiban pemerintah dalam memberikan pelayanan pendidikan wajib belajar sembilan tahun kepada anak-anak. Dan semua itu sesuai dengan program Milenium Development Gools dan tata kelola pemerintahan yang baik. (Rino Kartono Mawardi)

Nanas Masih Menjadi Pangsa Pasar Yang Besar Bagi Kabupaten Kubu Raya

Dengan melihat pangsa pasar yang cukup besar untuk mempromosikan makanan dan minuman khas di Kabupaten Kubu Raya, dalam waktu dekat ini Dinas Koprasi dan UMKM setempat akan meningkatkan perusahaan nanas yang ada di Kecamatan Rasau Jaya.

    Selama ini, program beras lokal yang di gaungkan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya ternyata sudah banyak di minati masyarakat, tidak hanya di Kubu Raya namun sebagian masyarakat Kota Pontianak, sebagian wilayah di Kalimantan Barat pun sudah mulai mengkonsumsi beras lokal yang di hasilkan para petani Kubu Raya.

    Kondisi ini di karenakan Beras lokal Kubu Raya sudah dipasarkan di sejumlah swalayan di Kota Pontianak. Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya tidak berhenti untuk mempromosikan sejumlah makanan khas Kubu Raya.

    Di mana pada tahun 2013 ini, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya melalui Dinas Koprasi dan UMKM telah menyiapkan sebanyak 50 produk makanan dan minuman khas Kubu Raya untuk diperjual belikan kepada masyarakat. "Saat ini kita sedang mendesain 50 produk makanan dan Minuman khas Kubu Raya, diantaranya, salai pisang, salai nanas, dan sejumlah makanan dan minuman lainnya", ungkap Kabid Kemitraan dan pengembangan Usaha Dinas Koprasi dan UMKM Kubu Raya Subandhi di Sungai Raya, Rabu (8/5).

     Namun Subandhi menegaskan, bahwasanya sebelum di pasarkan, seluruh produk tersebut harus di uji terlebih dahulu kelezatan dan bentuk disaen harus rapi dan idah sehingga tampilan dan rasanya bisa di minati seluruh lapisan masyarakat. "Meski sejumlah produk sudah kita desain dan dikembangkan, namun kita harus lebih mengutakan kualitas rasa maupun desainnya", paparnya.

    Lebih lanjut Subandhi menjelaskan, dengan melihat pangsa pasar yang cuku besar untuk mempromosikan makanan dan minuman khas Kubu Raya, dalam waktu dekat ini pihaknya juga akan meningkatkan dari perusahaan nanas yang ada di Kecamatan Rasau Jaya dan saat ini piahknya juga sudah menjalin kerjasama dengan Fakultas Pertanian Untan Pontianak. Dimana nantinya buah nanas tersebut akan di buat menjadi 7 macam makan yang terbuat dari Nanas. Mulai dari, jus nanas, Nutri gel nanas, pirus nanas, dodol nanas dan lain sebagainya.

    "Saat ini kita juga sedang berusaha melakukan kerjasama dengan Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak di dalam mengembangkan dan mempromosikan produk hasil dari tangan masyarakat Kubu Raya. Tentunya hal ini akan menjadikan produk makanan Kubu Raya di kenal oleh lapisan masyarakat di Kalimantan Barat, tentunya kedepannya bisa kenal di seluruh Indonesia", bebernya.

     Subandhi mengharapkan, dengan di terimanya sejumlah produk Kubu Raya ini di hati masyarakat, maka Kubu Raya akan lebih di kenal dengan beraneka ragam makanan khas Kubu Raya. "Kita harapkan agar, dengan dipromosikannya produk makanan kita ini, Kabupaten Kubu Raya yang merupakan Kabupaten termuda di Kalimantan Barat ini bisa bersaing dalam produk khas daerahnya", harapnya. (Rino Kartono Mawardi)