Rabu, 26 Juni 2013

PPD Tarik Dukungan Dari Pasangan Rusman Ali-Hermanus

     Dukungan partai politik terhadap bakal pasangan calon bupati dan calon wakil bupati Kubu Raya, Rusman Ali-Hermanus kian
menyusut. Setelah Partai Persatuan Daerah (PPD) memastikan menarik dukungannya. Seperti yang diketahui selama ini, awalnya PPD berencana mendukung Rusman Ali-Hermanus sebagai bakal pasangan calon bupati dan calon wakil bupati pada Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Kubu Raya, September mendatang. Namun hingga hingga memasuki masa pendaftaran tidak ada surat rekomendasi yang dikeluarkan partai besutan Oesman Sapta Odang tersebut.

     Bahkan saat deklarasi beberapa waktu lalu spanduk PPD bersama PBR, PAN dan PDIP terlihat di beberapa sudut. Namun, saat pendaftaran ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kubu Raya  yang tercatat memberikan dukungan hanya, PDIP, PAN dan PBR.

     Ketua DPC PPD Kubu Raya, Suronto mengatakan awalnya memang pihaknya berencana mendukung Rusman Ali-Hermanus, akan tetapi karena persyaratan tidak lengkap dukungan tersebutpun dibatalkan. “Ada persyaratan yang tidak lengkap dan pengurus inti ada yang tidak menyetujui. Kalau secara pribadi saya sebagai tim Rusman Ali mendukung pasangan ini,” katanya, Senin (24/6).

     Sementara itu Bendahara DPC PPD Kubu Raya, Henni Maryati akui selama ini pengurus inti partai tidak pernah tahu menahu siapa yang bakal diusung oleh PPD. Karena tidak ada mekanisme yang musti dilakukan layaknya sebuah partai. seharusnya, lanjut dia untuk menolak atau menerima bakal calon yang diusung atau didukung PPD hendaknya melalui aturan partai. Karena setiap partai memiliki mekanismenya tersendiri terkait siapa yang akan diusung atau siapa yang akan didukung. “Mekanisme itu tentunya melalui rapat bersama pengurus inti lainnya. Akan tetapi mekanisme itu tidak jalan sehingga kami tidak tahu menahu siapa yang diusung atau didukung,” ungkapnya.

      Berbeda dengan Partai Persatuan Pembangunan (PP) yang justru menyatakan tidak menjagokan salah satu kandidat pada pemilukada Kubu Raya. Meski memiliki lima kursi di DPRD Kabupaten Kubu Raya partai ini tidak mengusung dan mendukung salah satu bakal pasangan calon bupati dan calon wakil bupati Kubu Raya.

      Ketua DPC PPP Kubu Raya, Jakaria Idris mengatakan pertimbangannya untuk tidak mengusung dan mendukung tersebut lantaran idak ada kejelasan dalam melanjutkan pembicaraan yang dilakukan oleh bakal pasangan calon. Hingga btas akhir yang telah tidak ada satu bakal pasangan pun yang menyatakan kepastiannya apakah akan menggunakan PPP atau tidak.  “Kami memberikan kebebasan kepada kader maupun simpatisannya untuk menggunakan hak pilihnya kepada kandidat mana saja,” ujarnya. (Rino Kartono Mawardi)

Senin, 24 Juni 2013

Dampak Dari Kenaikkan BBM, Harga Sembako Mulai Merangkak Naik

     Dampak dari rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang direncanakan pemerintah sudah mulai dirasakan masyarakat. Sejumlah harga kebutuhan pokok sudah mulai merangkak naik. Berdasarkan keterangan yang disampaikan para pedagang di Pasa Arang Limbung Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya Akian mengatakan, adapun harga kebutuhan pokok yang merangkak naik, diantaranya buah tomat Rp.16 ribu dari sebelumnya Rp.11 ribu per kilogram, kentang merangkak Rp.12 ribu dari sebelumnya Rp10 ribu per kilogram, bawang merah Rp25 dari sebelumnya Rp.20 ribu per kilogram.

    Sementara itu Cabai rawit merangkak Rp.35 ribu dari sebelumnya Rp30 ribu per kilogram, sayur kol merangkak Rp.10 ribu dari sebelumnya Rp.8 ribu per kilogram, wortel Rp.12 ribu dari sebelumnya Rp.8 ribu per kilogram, telor Rp.20 ribu dari sebelumnya Rp.18 ribu dan beras merangkak naik dari Rp.4 ribu per kilogram dan minyak goreng curah naik Rp500 per kilogram.

    Meski sebagian harga kebutuhan pokok sudah mengalami kenaikan, masih ada beberapa yang terbilang harga normal, diantaranya gula masih bertahan Rp.10 ribu per kilogram. Sementara itu pengakuan dari salah seorang pedagang di Pasar Parit Baru Sui Raya, Miskiem mengatakan kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok tersebut sudah terjadi beberapa hari belakang. "Kalau masalah apakah karna rencana kenaikan harga BBM kita tidak tahu, yang pasti pasokan barang sering
kurang," katanya, Senin (24/6).

     Meski mengalami kenaikan, menurutnya tidak terlalu berdampak kepada penjualan barang."Yang namanya kebutuhan pokok pasti tetap dibeli masyarakat, tapi memang omset penjualan kita mengalami penurunan. Sebagai pedagang kita juga kasihan dengan konsumen," ucapnya. Tak jauh berbeda dengam pedagang lainnya, Andi Pedagang telor di pasar yang sama mengaku kenaikan harga telor tersebut berdampak pada omset penjualan. "Kalau harga normal per hari kita bisa jual hingga 200 Kg tapi sekarang untuk mencapai 100 kg per hari saja sudah susah," keluhnya.

      Menurutnya, kenaikan harga telor lebih disebabkan karena harga dari agen sudah tinggi. "Harga dari agen sudah mahal, jadi kalau kita jual seperti harga bisa pedagang yang bangkrut," ujarnya.

      Sementara itu, seorang pembeli warga Sui Raya Kartini mengatakan kenaikan harga kebutuhan pokok yang saat ini terjadi jelas sangat menyusahkan masyarakat khususnya pada keuangan keluarga." Pengeluaran kita untuk belanja semakin besar, sementara penghasilan suami tidak seberapa," ungkapnya.

       Dia berharap pemerintah dapat melakukan pengawasan terhadap pasokan sembako. Jangan sampai masyarakat kecil terus dibebankan dengan naiknya harga-harga kebutuhan pokok. "Sekarang beban masyarakat bertambah, harga BBM naik dampaknya semua harga kebutuhan pokok pun ikut naik," jelasnya. (Rino Kartono Mawardi)

Bupati Kubu Raya Serentak Melantik 5 Kepala Desa di Kecamatan Batu Ampar

      Dengan dilantiknya 5 Kepala Desa yang ada di Kecamatan Batu Ampar, Bupati Kubu Raya memita kepada seluruh Kepala Desa agar bisa membangun dan mampu mendorong percepatan pembangunan di desa masing-masing. Adapun 5 Kepala Desa yang dilantik pada saat yang bersamaan di Kecamatan Batu Ampar adalah Haidiyanto sebagai Kepala Desa Medan Mas, Heri Sapiandy Kepala Desa Padang Tikar 1, M. Anin, sebagai Kepala Desa Ambarawa, Samiril Kepala Desa Tasik Malaya dan Yahya sebagai Kepala Desa Sungai Besar.

      Menurut orang nomor satu di Kabupaten Kubu Raya ini,  Proses demokrasi yang terjadi adalah sebuah proses dalam menjalankan sebuah tanggung jawab, amanat dan kepercayaan masyarakat. Kepala-Kepala Desa terpilih merupakanorang-orang yang telah dipercaya oleh rakyatnya untuk mengemban tanggung jawab atas rakyatnya sendiri. Kepala-kepala Desa tersebut diharapkan mampu mendorong percepatan pembangunan di Desa masing-masing dengan membuka peluang sebanyak-banyaknya bagi masyarakat. Membangun komitmen bersama masyarakat untuk bersama-sama  mempercepat pembangunan, baik fisik maupun non fisik. Mempercepat pembangunan IPM Desa harus mendapat perhatian serius dari semua masyarakat Desa dan Kepala Desa di Kubu Raya.

       Bupati Kubu Raya Muda Mahnedrawan mengatakan, Desa-Desa di Kubu Raya merupakan Desa-Desa yang telah mengalami tranformarsi untuk itu harus benar-benar ditata dengan baik.

       Menurutnya Muda, yang paling penting saat ini adalah bagaimana caranya mencari dan memberikan peluang yang luas bagi rakyat di Kubu Raya. Saat ini menurut Muda adalah harus kreatif dan inovatif mencari solusi. terutama yang berkaitan dengan pengangguran, untuk menekan angka tersebut pemerintah Desa juga harus ikut ambil bagian membuka peluang yang baik bagi
warga desa dengan bersinergi dengan program-program pemerintah Kabupaten.

       “Kita semua harus berupaya mencari solusi untuk mengatasi persoalan-persolan yang mungkin terjadi di masyarakat. Kita bersama-sama demngan pemerintah desa, terutama dalam penguatan program-program pertanian dan budidaya sebagai solusi bagi terciptanya sarana untuk menekan pengangguran dan membangun ekonomi kerakyatan, saat ini kita tidak boleh lagi terlena hanya pada rutinitas pekerjaan yang ada, tetapi harus kreatif mencari solusi dan terobosan untuk membuka peluang bagi rakyat,” ujar Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan usai melantik 5 Kepala Desa di Kecamatan Batu Ampar, Senin (24/6).

     Di dalam mencari solusi menurut Muda adalah langka yang paling tepat. Tidak perlu menghabisan waktu memperdebatkan hal-hal yang rasanya tidak memiliki pengaruh signifikan bagi kemajuan Desa dan Daerah. Lebih baik fokus mencari solusi yang tepat dan bermanfaat bagi masyarakat luas. (Rino Kartono Mawardi)

Bupati Kubu Raya Resmi Menutup Turnamen Sepak Bola Muda Soccer

      Penutupan Turnamen Sepakbola Muda Soccer Turnamen yang digelar di Desa Padang Tikar II Kecamatan Batu Ampar Kabupaten Kubu Raya (KKR) dalam rangka menggali potensi dan bibit-bibit atlet Sepak Bola di Kabupaten termuda di Kalimantan Barat tersebut. Dalam turnamen ini, sebanyak 60 Club telah ikut ambil bagian dalam pertanding yang memperebutkan piala Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan dan Piala Bergilir Desa Padang Ikar II.

      “Turnamen sepak bola yang digelar di Desa Padang Tikar II ini luar biasa. Sangat menarik tidak kalah dengan pertandingan yang ada di kota. Walaupun ada di desa seperti ini, tetapi pelaksanaannya cukup baik,” ungkap Muda. Menurutnya, yang membuat ia salut, salah satunya adalah karena selama pelaksanaan yang berlangsung sekitar satu bulan lebih berjalan dengan baik. Menurut Muda hal itu sebagai bukti bahwa masyarakat Kubu Raya memiliki karakter yang baik dan sekaligus sebagai bukti bahwa masyarakat Kubu Raya memiliki sportifitas yang tinggi.

       “Muda Soccer Turnament ini nantinya akan kita coba konsep agar menjadi agenda tetap tahunan dengan tujuan untuk menggali potensi generasi sepakbola di Kubu Raya. Tetapi saya lihat karena pertandingan ini digelar setiap tahunnya, sehingga sangat memungkinkan untuk diadakan piala bergilir. Misalnya piala bupati yang diperebutkan secara bergilir,” harapnya.

       Muda menambahkan, sejauh koordinasi dari desa dan pemkab selalu baik, maka dari Pemkab Kubu Raya juga akan ikut men-support. Melalui turnamen seperti ini akan memunculkan atlet-atlet dari desa yang potensi untuk dikembangkan. Apalagi saat ini banyak sekali event-event yang digelar oleh pemerintah, sehingga bisa memfasilitasi atlet yang berpotensi.

      Sementara itu, Kepala Desa Padang Tikar II, Efendi Lenong mengatakan antusiasme sangat tinggi dalam mengikuti turnamen kali ini. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya tim yang mendaftar hingga mencapai 60 tim. “Untuk di babak penyisihan ini, kita adakan dua partai pertandingan dalam sehari supaya bisa cepat selesai. Namun untuk pembukaannya saja yang satu partai, karena perencanaan awal pembukaan akan dihadiri oleh bupati. Hanya ada halangan yang membuat beliau tidak bisa hadir, bahkan pada saat penutupan juga beliau berhalangan, tapi Alhamdulilah pada malam puncak penyerahan hadiah ini beliau bisa hadir, kami sangat bangga dan masyarakat juga sangat bangga beliau hadir disini malam ini,” ujar Pendi.

      Ia bersyukur penutupan Muda Soccer Turnament ini bisa berjalan dengan baik dan lancar. Masyarakat Desa Padang Tikar II, juga juga sangat-sangat mendukung kegiatan ini yang kita selenggarakan tiap tahunnya.

     Di sisi lain, Camat Batu Ampar Supriady mengatakan pihaknya juga sangat bangga dengan tertip dan lancarnya kegiatan pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia berharap kebersamaan dan kerja sama antar masyarakat di Batu Ampar dapat terus terjaga dengan baik.

Dalam Muda Soccer Turnamen tersebut keluar sebagai juara I Porkes Medan Jaya dari Desa Padang Tikar II, Shoting Soccer dari Tasik Malaya sebagai juara II dan Juara III juara bersama adalah Porti Jaya A dari Padang Tikar I dan Porsip Jaya dari Desa Sungai Besar. (Rino Kartono Mawardi)

Minggu, 23 Juni 2013

Masyarakat Kubu Raya Mulai Mengeluhkan Pemasangan Atribut Partai

     Sejumlah warga di Kabupaten Kubu Raya mulai mengeluhkan pemasangan sejumlah atribut partai politik (Parpol) yang terpasang tidak sesuai dengan tempatnya. Hal ini sangat mengganggu kenyamanan dan ketertiban terutama pengguna jalan. Oleh karena itu, Satpol PP Kubu Raya diminta melakukan penertiban terhadap atribut partai dan kandidat yang terpasang di jalan ini pun agar ditertibkan.

        Salah satu pengguna jalan Dwi (25) mengatakan banyaknya atribut partai yang terpasang di jalan sangat menganggu kenyamanan dan keamanan pengguna jalan.  "Kami berharap Kabupaten Kubu Raya bisa tertib. Oleh karena itu semua harus menyadari kalau dirasa tidak sesuai tempatnya ya diperbaiki sesuai tempat yang ditentukan," ujarnya kepada sejumlah wartawan di Sungai Raya, Minggu (23/6)

         Menurutnya sekarang ada ratusan atribut parpol terutama bendera dan spanduk yang dipasang di Kabupaten Kubu Raya. Dari sekian banyak atribut itu ada sebagian yang dipasang tidak pada tempatnya, rusak, tiang miring dan hampir jatuh sehingga membahayakan keselamatan masyarakat. Terkait hal itu, dirinya berharap spanduk-spanduk tersebut dapat ditertibkan.
"Coba kita lihat di jalan serdam dan ayani II, banyak spanduk yang miring-miring," kesalnya.

        Sementara itu Anggota DPRD Kubu Raya Bambang Sridadi mengungkapkan seharusnya Satpol PP Kubu Raya mengambil peranan penting dalam hal ini,  Menurutnya spanduk-spanduk partai ini jelas menganggu kenyamanan dan keamanan bagi masyarakat dan Satpol PP pun menindaklanjuti ini."Jangan sampai gara-gara spanduk ini pun menimbukan kurban dan kerugian bagi masyarakat," ungkapnya.
 
        Sementara itu dirinya meminta ketegasan dari KPU,Panwaslu dan Satpol PP untuk menindak tegas spanduk partai yang ada.
Kalau pun Satpol PP melakukan penertiban terhadap atribut partai, jangan sampai mereka tebang pilih terhadap penertiban atribut tersebut. Pria yang disapa Bembeng ini pun mengatakan bahwa parpol memiliki hak untuk menurunkan sejumlah atribut tersebut. Oleh karena itu, sebelum dilakukan penertiban pihaknya mengimbau parpol untuk melakukan upaya penertiban sendiri. Misalnya, atribut yang rusak harus diganti atau pemasangan yang tiangnya miring harus diperbaiki agar tidak membahayakan serta memasang pada tempatnya.

       "Kalau ada yang memasang atribut di pohon, misalnya bendera di paku di pohon langsung saja dicabut. Selain itu, banyak juga atributnya hilang tetapi tiangnya masih ada," tandasnya. Penertiban atribut parpol yang tidak sesuai dengan tempatnya selain mengganggu kebersihan Kubu Raya juga melanggar perda reklame.

        Karena rawan konflik Bembeng mengimbau kepada semua stakeholder terkait ikut membantu penertiban. Baik dari unsur parpol sendiri, Kesbangpol maupun KPPD harus melakukan koordinasi. Selain mengganggu ketertiban pemasangan atribut parpol yang tidak sesuai tempatnya juga membuat citra tidak baik dari parpol yang bersangkutan.

        Disisi lain, Anggota Divisi Teknis Pemilu KPU Kabupaten Kubu Raya Encep Endan mengatakan, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Bawaslu Kabupaten Kubu Raya untuk mengatasi masalah ini. Tentunya pihaknya menginginkan, agar dalam pelaksanaan Pemilukada Kubu Raya tahun 2013 ini bisa berjalan dengan baik, dan masyarakat bisa mendapatkan ketenangan serta ikut andil dalam proses demokrasi. "Kita segera melakukan koordinasi dengan pihak Bawaslu Kubu Raya untuk mengatasi masalah ini", jelasnya. (Rino Kartono Mawardi)

Masyarakat Kalimantan Barat Mulai Mengeluhkan Langkahnya Tiket Pesawat

      Kelangkaan tiket pesawat yang terjadi di Kalimantan Barat di harapkan dapat diantispasi oleh setiap maskapai penerbangan dan pihak terkait lainnya yang ada di ada di bandara Supadio Pontianak. "Ini sudah terjadi selama berbulan-bulan dan tentunya sangat meresahkan warga. Sampai saat ini sudah banyak masyarakat, khususnya pengguna jasa penerbangan yang mengeluhkan susahnya mendapatkan tiket pesawat," kata Pengamat Transportasi Kalimantan Barat, Syarif Usmulyani Kepada sejumlah waratwan, Minggu (23/6).

       Menurutnya, kelangkaan tiket pesawat tersebut dikarenakan beberapa faktor, diantaranya semakin tingginya permintaa masyarakat atas jasa penerebangan, vailidnya Batavia, lambatnya pengembangan bandara, serta kurang seriusnya pihak maskapai penerbangan dalam melayani kebutuhan penumpang dan kurangnya komitmen pemerintah untuk membantu pengembangan bandara.

        Dia menjelaskan, semakin tingginya permintaan masyarakat atas jasa angkutan udara mengkibatkan lonjakan penumpang yang tidak dipenuhi dengan ketersedian maskapai yang ada. "Bayangkan saja, peningkatan penumpang setiap tahunnya terus bertambah. Bahkan, memasuki semester kedua tahun ini saja, pertumbuhan penumpang pesawat mencapai 19 persen sementara sinyal peningkatan penumpang itu kurang dtanggapi serius oleh setiap maskapai yang ada," tuturnya.

         Hal tersebut terus diperparah dengan belum siapnya bandara Supadio terhadap lonjakan penumpang tersebut yang dikarenakan lambat dan kurang komitmennya pemerintah daerah dan pusat dalam proses pengembangannya.

        Itu semua,lanjut Usmul menjadi hal yang saling terkait yang menyebabkan langka nya tiket pesawat, karena antara kapasitas dan kebutuhan penumpang sudah tidak sesuai. "Untuk itu diperlukan kerjasama yang baik antara semua pihak (PT. Angkasa Pura, pemerintah dan maskapai penerbangan). Karena jika ini dibiarkan terus terjhadi tentu akan menimbulkan gejolak dari masyarakat pengguna jasa penerbangan dan dampaknya proses pembangunan di Kalbar menjadi terhambat, terlebih saat ini Kalbar bisa dikatakan menjadi daerah pilihan para investor untuk berinvestasi," kata Usmulyani.

       Terkait dengan vailidnya Batavia, dia mengatakan hal itu memang berpengaruh terhadap peningkatan permintaan pengguna jasa penerbangan. Namun, dengan telah ditambahnya jadwal penerbangan oleh Garuda, Lion dan Sriwijaya serta masuknya penerbangan baru seperti Ekspres Air dan beberapa maskapai penerbangan lainnya, hal itu saat ini sudah bisa diantsipasi. (Rino Kartono Mawardi)

Bupati Kubu Raya Resmi Membuka MTQ Tingkat Kabupaten Ke-3

         Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) tingkat Kabupaten Kubu Raya ke-3, Sabtu (22/6) malam resmi di buka Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan. Sebanyak 9 Kafilah dari 9 Kecamatan di Kubu Raya ikut andil dalam Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Tingkat Kabupaten Kubu Raya ke 3 tahun 2013 ini. Diantarnya Kafilah Sungai Raya, Sungai Ambawang, Sungai Kakap, Kuala Mandor B, Rasau Jaya, Kubu, Batu Ampar, Teluk Pakedai dan Kafilah Terentang.

        Kegiatan yang berlangsung di samping Kantor Camat Sungai Ambawang ini, dihadiri langsung Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan yang secara langsung membuka MTQ tingakat Kabupaten Kubu Raya yang ke 3 ini, Wakil Bupati Kubu Raya Andreas Muhrotien, Muspida Kubu Raya, SKPD, Anggota DPRD Kubu Raya, seluruh Camat, Ketua LPTQ, Pimpinan Pondok Pesantren, Pengurus Masjid, Majelis Taklim, tokoh masyarakat sungai Ambawang dan Kafilah se-Kubu Raya, serta ribuan masyarakat Sungai Ambawang yang memadati lokasi pembukaan MTQ ini.

        Dalam kegiatan pembukaan ini para Kafilah dan masyarakat ditakjubkan dengan merdunya suara dari Rahmawati saat membaca ayat suci Al-Qur’an, yang mana Rahmawati merupakan Qori'ah dewasa terbaik wanita yang pernah menjadi juara pertama tingkat Internasional pada tahun 80 an.

        Dalam sambutannya, Ketua Panitia MTQ tingkat Kabupaten Kubu Raya ke-3 H.M. Jaini S.Sos. M.Si mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan para generasi muda Qur’ani. “Kita harapkan, dengan digelarnya MTQ tingkat Kabupaten Kubu Raya yang ke-3 ini, para generasi muda di Kubu Raya,  bisa menjadi remaja yang cinta terhadap Al-Qur’an serta bisa mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari", ungkap Ketua Panitia MTQ M. Jaini saat pembukaan  MTQ tingkat Kabupaten Kubu Raya ke-3 di Kecamatan Sungai Ambawang, Sabtu (23/6).

          Jaini juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia, para dewan hakim dan seluruh kafilah yang turut andil dalam kegiatan ini. Jaini menjelaskan, bagi para pemenang juara 1 dari tiap-tiap cabang perlombaan akan di ikutsertakan dalam MTQ tingkat Provinsi di Kabupaten Bengkayang pada tahun 2014 mendatang. “Saya ucapkan terima kasih banyak kepada seluruh para panitia, para dewan hakim dan seluruh kafilah MTQ dan para donatur yang turut berperan, sehingga pembukaan  MTQ ini bisa kita laksanakan dengan baik”, paparnya.


          Sementara itu, Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan mengatakan, kegiatan 2 tahunan ini sebagai bentuk untuk kita memaknai nilai-nilai yang terkandung di dalam Al-Qur’an. Sehingga para genarasi muda di Kubu Raya ini bisa menjadi generasi yang bisa mengamalkan isi kandungan Al-Qur’an di dalam kehidupan mereka sehari-hari. “Saya merasa bangga menjadi Bupati pertama di Kubu Raya ini, karena banyak para genarasi-generasi muda kita yang bisa menjadi genarasi yang Qur’ani. Kondisi ini bisa kita lihat langsung, banyaknya para peserta dari 9 Kecamatan yang ikut dalam MTQ ini”, tutur Bupati.

            Selain itu Muda juga meminta kepada seluruh peserta agar tetap menjaga fisik dan kesehatan, sehingga selama mengikuti kegiatan yang berlangsung sejak tanggal 22 sampai 26 Juni ini, bisa tetap fit serta bisa berlomba-lomba untuk menjadi yang terbaik. “Saya minta kepada seluruh peserta, agar bisa menjaga kesehatan, terutama jaga pola makan dan gunakakn waktu istirahat sebaik mungkin, sehingga sampai berakhirnya MTQ ini, para peserta tetap dalam kondisi sehat”, pintanya.

             Muda menjelaskan, sebagai Kabupaten baru di Kalimantan Barat ini, para peserta MTQ di Kubu Raya, tidak kalah hebatnya jika dibandingkan dengan Kabupaten lainnya. Mengingat, pada MTQ tingkat Provinsi  di Kabupaten Melawi, Kubu Raya bisa bersaing ketat dengan Kota Pontianak dan Kabupaten Pontianak, yang merupakan Kabupaten terlama di Kalimantan Barat ini.

        “Saya juga merasa bangga terhadap prestasi para peserta MTQ ini, meski kita merupakan Kabupaten yang baru 3 kali ikut serta dalam MTQ tingkat Provinsi, namun pada MTQ tingkat Provinsi Kalbar yang berlangsung di Kabupaten Melawi pada tahun 2012 lalu, kontingen (Kafilah.red) bisa bersaing ketat dengan Kabupaten yang sudah lama terbentuk”, ujarnya.

            Dalam kegiatan ini, masyarakat Sungai Ambawang dihiburkan dengan pawai para kafilah yang melintasi setiap ruas jalan Trans Kalimantan. Dan ditampilkan sejumlah stand pameran yang menghiasi lakosi MTQ, yang mana stand pameran ini memamerkan sejumlah produk unggulan dari masing-masing Kecamatan yang ada di Kubu Raya. (Rino Kartono Mawardi)