Rabu, 28 November 2012

LAMBANNYA PENGANGKUTAN SAMPAH DI TPS, WARGA TUTUP HIDUNG


Kubu Raya, Kalbar ; - Tingginya jumlah volume sampah yang menumpuk di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) yang terdapat di pinggir Jalan Adisucipto Km 13,7 di Desa Arang Limbung Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya, menebar bau yang tidak sedap sehingga membuat masyarakat harus menutup hidung setiap melewati jalan tersebut. Karena menumpuk hingga meluber ke jalan raya sekaligus menjadi jalan utama warga Kecamatan Sungai Raya. ”Sepertinya petugas terlambat membawa sampah-sampah tersebut ke tempat pembuangan akhir,” Ungkap Deny warga sekitar TPS tersebut Rabu (28/11) .

          Menurutnya sampah tersebut selain merusak pemandangan karena letak TPS di pinggir jalan juga menganggu aktivitas. Bayangkan saja, setiap pengendara lewat dipastikan menutup hidung akibat bau menyengat belum lagi banyaknya lalar berterbangan. ”Sampah-sampah itu menjadi busuk karena lama diangkut. Makanya kita minta dinas teknis segera mengurusnya,” ucap dia.

            Sementara sebelumnya disisi lain Kepala Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Kebersihan Kubu Raya, Rusnaldi menyambut baik diterimanya 8 buah bak sampah berukuran 1 kubik dari Forum Komunikasi Pembangunan Sungai Raya Dalam (FKPSRD) pada acara Gerakan Bersih Lingkungan di Sungai Raya Dalam (Serdam).
  
           Ia berharap, itu dapat dicontoh dan diikuti lembaga masyarakat lain di Kubu Raya. "Kita pemerintah bangga dan memberi apresiasi ada lembaga masyarakat yang peduli dengan lingkungannya dengan membuat bak sampah. Kita berharap  partisipasi dari lembaga masyarakat lainnya dapat mengikuti jejak FKPSRD ini," katanya.

            Ia mengatakan pemerintah tidak akan bisa bekerja sendiri tanpa bantuan partisipasi dan peran serta dari masyarakat. "Ini bentuk wujud kemitraan antara pemerintah dan lembaga masyarakat. Sehingga yang telah diserahkan masyarakat maka akan kembali lagi kepada masyarakat itu sendiri," imbuhnya.

           Penyerahan 8 buah bak sampah dari FKPSRD kepada Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Kebersihan ditandai dengan penanda tanganan berita acara penyerahan yang disaksikan langsung Bupati dan Ketua DPRD Kubu Raya dan masyarakat Sungai Raya Dalam. "Nantinya untuk penempatan bak sampah ini kami pun juga akan berkoordinasi dengan masyarakat, kawasan mana yang lebih layak dan tepat. Sehingga sampah-sampah yang dibuang masyarakat itu juga dapat terangkut," kata Rusnaldi lagi.

          Ketua FKPSRD, Harry Syahrizuan berharap 8 buah bak sampah ini hendaknya dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat. Sehingga permasalahan sampah yang selama ini dikeluhkan masyarakat dapat teratasi. "Kita tidak ingin sampah-sampah berserakan hingga ke bahu jalan. Karena itu kesadaran masyarakat sangat dibutuhkan untuk menjaga Desa Sui Raya Dalam sebagai kawasan bersih lingkungan yang bebas dari sampah," ucapnya. (Rino Kartono Mawardi)

KRISIS BBM ANCAM MASA DEPAN PELAJAR KAMPUNG NELAYAN


Kubu Raya, Kalbar : - Wakil Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia Kubu Raya Bidang Perikanan Busrah Abdullah menuturkan, persoalan tidak tersedianya alat angkutan motor air murah meriah bagi para pelajar asal Desa Tanjung Saleh yang menyeberang ke Desa Sungai Kakap merupakan persoalan pelik, besar dan dituntaskan menyeluruh. ”Harus ada solusi kongkrit dari pemerintah dan pihak terkait. Ini adalah masalah masa depan generasi penerus dan pengentasan kemiskinan di desa-desa kepulauan yang mayoritas adalah bekerja sebagai nelayan,” katanya di Sungai Raya, Rabu (28/11).

         Menurut Busra tidak tersedianya motor air di perkampungan nelayan, bukan saja terjadi di Desa Tanjung Saleh. Namun banyak desa pesisir baik di Kabupaten Kubu Raya atau daerah lain ikut terjadi. “Ini perlu perhatian serius tidak hanya pemerintah namun juga pihak swasta dan pengusaha. Kami berharap BUMN, BUMD dan BUMS di wilayah kerja Kubu Raya dapat memberi sumbangsih kongkrit dalam memecahkan persoalan ini,” katanya.

         Salah satu solusi, lanjutnya, adalah dengan mengalokasikan dana Corporate Sosial Responsibility (CSR) dibuatkan perahu motor berbahan bakar gas yang nantinya dapat dikelola pemerintah desa. Dan transportasi tersebut dapat juga dipakai sebagai transportasi angkutan pelajar dengan biaya murah. “Dan Kita dukung Pemerintah Kubu Raya yang terus mencari solusi dan inovasi meringankan beban masyarakat miskin seperti sampan bermotor berbahan bakar gas. Dan tentunya biaya operasional  jauh lebih murah daripada yang menggunakan BBM ditengah krisis BBM saat ini,” ujarnya.

          Sekretaris Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia Kubu Raya ini menambahkan kendaraan motor air murah meriah berbahan bakar gas sangat cocok mengatasi persoalan  transportasi di daerah perairan Kubu Raya. Terlebih sebagian besar daerah ini merupakan kepulaun terutama buat para pelajar yang harus menyeberang sungai dan laut untuk bersekolah. (Rino Kartono Mawardi)

Selasa, 27 November 2012

PULAU JAMBU ANDALKAN HASIL ALAM


Pulau Jambu, Kubu Raya ; - Penjabat Sementara Kepala Desa Pulau Jambu, Muslimin menuturkan selama ini masyarakat di daerah tersebar mengandalkan hasil alam sebagai mata pencaharian warga didalamnya. ”Kita masih mengandalkan sungai kapuas, hasil perkebunan dan pertanian. Dengan pemekaran desa ini, diharapkan  masyarakat merasakan dampaknya langsung,” katanya kepada wartawan, Selasa (27/11).

Menurut dia masyarakat Pulau Jambu selama ini mengandalkan hasil alam sebagai mata pencaharian utama. Penghasilan mereka selain sebagai petani tanaman padi, juga mayoritas merupakan nelayan sungai. ”Untuk perkebunan karet memang ada. Jumlah petaninya hanya kecil. Namun sekarang yang tengah berkembang pesat adalah perkebunan kelapa sawit. Di daerah kami sudah masuk. Dan warganya kebanyakan beserta di sektor ini juga,” ucapnya.

        Dengan mengandalkan hasil alam tersebut, calon desa pemekaran dari Pulau Limbung ini memang tidak banyak perubahan. Masyarakat yang mayoritas muslim masih hidup dalam keterbatasan. Namun demikian, mereka cukup kaya karena adat istiadat tempo dulu diterapkan. ”Misalnya gotong royong. Selama ini selalu diutamakan. Makanya kami kaya khasanah kekeluargaan. Hampir  mayoritas warga disana adalah keluarga dan keturunan bugis melayu asli,” ungkap dia.

        Ia menambahkan Desa Pulau Jambu memiliki luas wilayah sekitar 2.292 hektar. Sementara warga penghuninya mencapai  997 jiwa. Untuk jumlah kepala keluarga mencapai 330. Warga disini siap mengandalkan berubah dengan menyongsong pemekaran desa baru ini.(Rino Kartono Mawardi/RRI Pontianak)

DISTANNAK KUBU RAYA BANTU PETERNAK SAPI


Kubu Raya, Kalbar ; - Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Kubu Raya menjalankan salah satu program pemberdayaan dibidang peternakan dalam rangka pemberdayaan kepada masyarakat melalui kelompok-kelompok tani. “Ini program tahun lalu yang kita masukkan kedalam kelompok peternak yang ada di Dusun Purwodadi Desa Pinang Luar Kecamatan Kubu Kabupaten Kubu Raya. Ini suakelola yang kita bantu melalui anggaran pemerintah pusat dan diperbantukan kepada kelompok Sri Berdiri Baru dan kelompok yang membelanjakan semuanya,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distannak) Kabupaten Kubu Raya, Suharjo, Selasa (27/11).

        Suharjo menuturkan sapi-sapi yang dikelola oleh kelompok tani tersebut awalnya datang dengan kondisi yang cukup kurus, namun setelah beberapa waktu dan dikelola dengan baik, maka sapi-sapi yang dipelihara sudah cukup gemuk. “Saya cukup memberikan apresiasi kepada kelompok petani ini karena dapat menjalankan programnya dengan baik. Ada 35 ekor yang diberikan, namun 5 ekor kita minta diarahkan kepada ibu-ibu PKK untuk di kelola,” tuturnya.

        Menurutnya swadaya dan partisipasi masyarakat sangat tinggi, hal tersebut terbukti dengan besarnya kandang sapi yang menjadi tempat sapi untuk di kembang biakkan. “Sebenarnya kandangnya tidak besar, namun kini hanya sudah cukup besar dan itu karena swadaya dari masyarakat. Tahun ini juga akan kita perbantukan untuk program penyelamatan sapi betina. Jadi setiap sapi yang bunting di kasih sentif,” ucapnya.

       Dirinya berharap kepada para peternak untuk melakukan pengembangbiakan dan jika sudah waktunya tidak produktif lagi maka sapi tersebut dapat di jual. “Itu sudah merupakan pengembangan dari hasil usaha mereka. namun kita berharap tidak sampai di sini saja pengembangan yang ada dan harus terus berkembang biak. Ini dalam rangka pemberdayaan kepada peternak dari Kementrian Peternakan,” kata Suharjo.

       Sementara itu, ketua Kelompok Tani Sri Berdiri Baru, Subeki mengungkapkan tidak ada kendala dalam kelompok yang di pimpinnya untuk melakukan pengembang biakan sapi-sapi yang di kelola kelompoknya. “Karena semua yang ada di dalam kelompok ini sudah terbiasa merawat sapi, sehingga tidak terlalu sulit untuk merawat sapi-sapi yang ada di sini,” ungkapnya.

       Subeki menjelaskan anggota kelompok peternak Sri Berdiri Baru tersebut beranggotakan 30 orang dengan kemampuan merawat sapi yang sudah cukup mahir. “Kalau masalah penyakit dan vaksin, jika tidak bisa dilakukan sendiri terpaksa kita memanggil rekan yang ahlinya atau pun memberitahukan kepada dinas untuk menurunkan beberapa orang yang dapat membantu,” jelasnya.

       Subeki menambahkan dari perkembangbiakan sapi selama kurang lebih setahun, belum ada hasil yang di dapat dari sapi tersebut, namun dari kotoran sapi sudah ada hasil sekitar 6 jutaan. “Untuk pengelolaan dan penjualan kotoran sapi itu, sudah ada tim sendiri yang kami bentuk untuk mengelolanya. Dari kencing sapi juga dapat untuk menyiram tanaman palawija seperti jagung,” tambahnya. (Rino Kartono Mawardi)

2013, PEMKAB KUBU RAYA ANGGARKAN 40 MILIAR UNTUK JALAN POROS


         Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan mengatakan, Pemkab Kubu Raya untuk 2013 mendatang telah menganggarkan dana dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2013 sebesar Rp40 miliar untuk pembangunan dan pemeliharaan jalan poros di sembilan Kecamatan wilayah Kabupaten Kubu Raya. “Jalan-jalan poros memang sudah seharusnya dilakukan pemeliharaan,” katanya, Selasa (27/11). 

Menurut Muda, untuk jalan-jalan poros yang kondisinya rusak parah sudah dianggarkan. Bahkan untuk mendukung perbaikan jalan-jalan poros tersebut, Pemkab telah melakukan koordinasi dengan beberapa pengusaha yang menggunakan jalan untuk bekerjasama memperbaiki jalan. “Pemkab sangat konsisten memperhatikan jalan poros, dan untuk tahun depan pembangunan jalan poros akan dilakukan di sembilan kecamatan,” janjinya. 

        Lanjut Muda mengatakan, bahwa  anggaran yang dialokasikan untuk pembangunan jalan poros dibedakan menjadi dua, yakni ada yang berbentuk pemeliharaan dan  peningkatan pembangunan jalan poros baru. Dan akan terus dilakukan, karena keberadaan jalan poros sangat memperngaruhi transportasi masyarakat. 

         Muda memastikan, pembangunan jalan poros yang telah dilakukan pihaknya sudah mencapai lebih dari 50 persen. Dan untuk pembangunan sekaligus tentu tidak memungkinkan, karena memang harus dilakukan bertahap dan membutuhkan proses. 

       Untuk memastikan kapan pembangunan jalan poros akan terselesaikan, Muda menambahkan hal itu tidak mungkin dapat dipastikan. Karena memang, selain memang harus bertahap luas wilayah Kabupaten Kubu Raya yang sangat luas juga menjadi satu kendala. Sehingga memang harus bertahap dan tidak dapat dilakukan secara sekaligus.  “Dengan dana yang terbatas tentu pembangunan jalan poros harus bergantian,” terangnya. (Rino Kartono Mawardi)