Jumat, 07 Desember 2012

STP SANTO AGUSTINUS JADIKAN MUSIK LITURGI PROGRAM STUDI BARU


     Sungai Raya, Kubu Raya ; - Sebanyak 170 peserta S1 dan 44 Peserta S2 yang mengikuti kegiatan seminar yang dilakukan oleh STP Agustinus Keuskupan Agung Pontianak, Jumat (7/12).  Dengan tujuan melakukan pengembangan wawasan dosen dan mahasiswa tentang penelitian kualitatif dan kuantitatif. Ketua STP Santo Agustinus, Drs. Andreas Muhrotien mengatakkn, bahwa dilaksanakannya kegiatan seminar ini. Guna menunjang wawasan dosen dan mahasiswanya agar paham tentang budaya, agama dan musik litugri dalam masyarakat indonesia yang pluralitis.

         “Kita melakukan seminar sehari pada hari ini guna mengembangkan wawasan para dosen dan mahasiswa yang ada di STP Santo Agustinus, agar pemahaman terhadap budaya, agama dan musik litugri. Dan seminar yang dilakukan ini juga mengundang tiga nara sumber yakni, Prof. Dr. H. Irewan Abdullah dari Universitas gadjah Mada, Prof. Dr.H. Marzuki dari FKIP Universitas Tanjungpura (Untan) dan Peter Dr. William Chang, OFM Cap dari STT Pastor Bonus,”kata Andreas.

           Menurutnya, kegiatan serupa sudah sering dilakukan. Meskipun demikian ia ingin menanamkan kepada para dosen dan mahasiswanya agar paham tentang budaya, agama dan musik. “Ya sudah sering. Akan tetapi kita tetap akan melakukan pemahaman secara mendalam kepada para dosen dan mahasiswa,”ungkapnya.

           Andreas mengatakan, bahwa dosen dan mahasiswa STP Santo Agustinus Keuskupan Agung Pontianak, baik mahasiswa program S1 maupun mahasiswa program S2 perlu dikembangkan wawasannya tentang penulisan karya ilmiah terutama dalam bidang penelitian. “Bidang penelitian yang kita maskdukan yakni, penelitian kualitatif dan kuantitatif. Karena dua hal tersebut sangat dianggap penting dan mendesak untuk dilaksanakannya pelatihan secara dini,”katanya.

           Wakil Bupati Kubu Raya ini menjelaskan, bahwa dalam pengembangan penalaran dosen dan mahasiswanya tidak hanya dilakukan dengan melalui pelatihan akan tetapi dapat juga dilaksanakan dengan cara seminar-seminar. Seperti yang saat ini kita adakan. “Dengan car aseminar saya rasa lebih mudah untuk dosen dan mahasiswa memahaminya. Maka kedepan kegiatan seminar-seminar akan kita tingkatkan lagi, guna mengembangkan wawasan dosesn dan mahasiswa,”jelasnya.

            Untuk seminar musik liturgi dalam masyarakat pluralisne di indonesia, lanjut Adres mengatakan, bahwa musik liturgri ini diciptakan, khusus untuk ibadat atau untuk liturgi. Dimana litugri itu pada awalnya adalah karya publik. “Mengeingat batapa pentingnya kedudukan liturgi dan musik liturgi dalam kehidupan iman orang katolik. Maka untuk mendorang hal ia beserta pihak STP Santo Agustinus melakukan seminar musik liturgi dalam masyarakat luralisme di indonesia.  Dan pihaknya pun juga menambahkan program study baru di STP Santo Agustinus yakni, program studi musil liturgi dan budaya,”ungkapnya. (Rino Kartono Mawardi)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar