Rabu, 12 Juni 2013

Calon Independen Jangan Andalkan Tim Suksesnya

     Adanya kecurangan yang dilakukan sejumlah pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kubu Raya Independen, menimbulkan sejumlah kritikan dari DPRD Kubu Raya.

       Banyaknya ditemukan dukungan yang bermasalah dari pasangan Independen membuat anggota DPRD Kubu Raya Jufri  dari Ketua Komisi A berang mendengarnya. Menurutnya semua masyarakat tidak bisa hanya menyalahkan dari salah satu pasangan independen saja, namun semua pasangan independen itu tidak luput melakukan kesalahan. "Dari pasangan Muda-Harjo maupun Tukirin-Nur Rahmat melakukan kesalahan. Seperti RT yang melakukan pengumpulan KTP kebetulan dalam tahap pembagian KTP elektronik tersebut diatur oleh RT nya," katanya kepada wartawan di Sungai Raya, Rabu (12/6).

       Menurutnya kesalahan dari pasangan Independen ini ialah terlalu mempercayakan penuh kepada tim dibawahnya dalam pengumpulan dukungan untuknya, padahal mereka tidak tahu bagaimana timnya kerja dilapangan karena tim independen itu pasti akan melakukan kecurangan, tak mungkin calon Bupati dari independen itu mendatangi warga langsung untuk mencari dukungan, pasti mereka menggunakan tim.

       "Sebenarnya untuk calon Independen dalam mencari dukungan itu, lebih baik calon Bupati langsung yang mendatangi langsung. Jangan mengandalkan tim dibawah karena pasti ada yang mempolitisirnya," ucapnya.

        Sambungnya, entah bagaimana pasangan Independen tersebut turun langsung ke masyarakat mengenalkan diri dengan kerumah warga langsung maupun dengan cara mengsosialisasikan diri dengan mengadakan pertemuan. "Jika itu dilakukan, pasti lebih indah politiknya. Jangan hanya mengandalkan tim dibawahnya," tegasnya.

        Jupri menambahkan, dengan dua pasangan independen dalam Pilkada Kubu Raya ini, dikhawatirkan Jufri akan terjadinya bentrokan sesama tim dibawahnya dalam pencarian dukungan. Itu pasti saja terjadi karena tim ini tidak mau orang pilihannya tersebut kalah.

        Menurutnya, budaya bersih dan rapi dari masyarakat, tercipta karena faktor sikap dan keseharian individu. Namun, di sisi lain juga karena faktor dorongan pihak lain, baik berupa ajakan maupun perintah atau juga diawali adanya iming-iming sesuatu dari pasangan independen dalam mencari dukungan akan membuat masyarakat menjadi bodoh dalam berpolitik.

       Akan tetapi, akhir-akhir ini melihat geliat masyarakat yang banyak ditipu oleh pasangan independen ini seperti maraknya pemalsuan KTP dan tanda tangan membuat politik di Kubu Raya ini  semakin jauh dari kenyamanan dan keasrian mata memandang. (Rino Kartono Mawardi)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar